Monday, 10 September 2018

Kenapa Benci?

Benci atau Menghargai?
-        


Hatespeech atau ujaran kebencian sering kita dengar belakangan ini, seiring sebentar lagi menuju pemilu 2019. Sekarang sudah banyak kubu kubu yang mendeklarasikan timnya sebagai salah satu pendukung capres ataupun caleg untuk pemilu 2019. Semakin menuju ke tahun politik ini masyarakat kita seakan dikotak kotakan menjadi beberapa kubu, seperti contoh yang sering aku lihat adalah perang tagar (# hashtag) di media sosial, dimana dari masing masing anggota ini sering beragumen siapa yang salah dan siapa yang benar. Sehingga dampak dari perbedaan ini hanyalah saling membenci satu sama lain, mencari-cari kesalahan hingga tidak mau menghargai pihak lain. Kalau menurutku sendiri ini bukan masah tagar, tapi masalah sikap dari setiap gerakan tersebut.
Sebelum lanjut, dari hal ini aku ingin sedikit membahas apasih bahaya dari sifat benci itu? Kenapa kita tidak saling menghargai? Lalu pilih benci atau menghargai? Tentu saja aku tidak akan memihak salah satu kelompok atau golongan. Dan akan membahasnya sesuai ilmu yang aku peroleh secara netral, okee!! Siapapun pilihanmu itu yaa terserah.
Apasih sifat benci itu? Berikut penjelasannya,.
Benci menurut Ilmu Psikologi, Sigmund Freud mendefinisikan benci sebagai pernyataan ego (ke-akuan) yang ingin menghancurkan sumber-sumber ketidakbahagiaannya. Nah dari penjelasan tersebut, bahwa sifat benci itu berasal dari pernyataan ego yang tidak puas terhadap sumber sumber yang membuat seseorang itu tidak bahagia dan berusaha menyingkirkannya. Benci menurut aliran Psikoanalis lebih bersifat agresif atau bersifat menyakiti. Misalnya: ketika disekolah, kemudian ada satu teman kita yang sering nakal berusaha jailin kita setiap hari, sehingga membuat kita tidak nyaman saat dikelas. Saat itu pasti kita ingin teman yang nakal itu pergi dan tidak masuk kelas kita lagi. Tentu saja dengan usaha usaha yang bersifat mengancurkannya, seperti kita juga nakal padanya atau kita malah lebih nakal daripada dia. Nah saat itu kita merasa benci pada teman tersebut.
Freud juga menjelaskan bahwa setiap manusia mempunyai sistem pertahanan diri (self defense mechanism) masing-masing. Salah satunya adalah Proyeksi, proyeksi ini berkaitan juga dengan sifat benci seseorang. Penjelasan mengenai Proyeksi sendiri yaitu melihat dorongan atau perasaan orang lain yang tidak dapat diterima, padahal sebenarnya perasaan atau dorongan tersebut ada di alam tidak sadar dari diri sendiri. Saat kita benci pada si A, secara otomatis dalam diri kita akan mencari kesalahan dari si A. Kemudian menganggap apa yang dilakukan oleh si A itu salah, si A adalah pembohong, penakut, anarkis dan sifat buruk lainnya yang disematkan pada si A. Tanpa disadari, ternyata anggapan itu juga ada didalam diri kita sendiri, dan ternyata kita sendiri lah yang mempunyai sifat buruk tersebut tanpa disadari. Maka dari itu proyeksi adalah salah satu sistem pertahanan dari sang pembenci.
Selanjutnya menurut teori belajar, teori ini menyatakan bahwa agresi diperoleh melalui berbagai mekanisme yanng sama seperti semua perilaku. Teori belajar Klasik menyatakan bahwa emosi yang penuh kebencian merupakan respon – respon yang terkondisi. Sementara teori belajar Operant menekankan peran dari penguatan dan hukuman dalam membentuk agresivitas yang dipelajari. Teori belajar sosial menggabungkannya dengan menyatakan bahwa perilaku benci merupakan hasil dari modeling, observasi, imitasi, dan vicariously reinforced (sangat dibesarkan). Yang paling berbahaya dari benci yaitu perilaku ini merupakan hasil dari modelling atau dengan cara meniru perilaku dari seseorang yang sering kita lihat baik secara langsung maupun melalui media lain.
Memang benar bahwa jika perilaku benci memperoleh penguatan, entah karena itu dapat menarik perhatian, entah karena membangkitkan pujian dari orang lain, atau karena menguntungkan material, maka orang itu akan terus bertindak dengan cara bermusuhan. Pada kenyataan, sebenarnya agresi dapat semakin kuat.
Oke, kembali ke pokok permasalahannya, kenapa aku membuat tulisan ini. Yaitu karena akhir-akhir ini aku sering sekali buka buka facebook, dan aku sering menemukan postingan-postingan dari temanku sendiri yang hampir setiap menit dia itu membagikan berita-berita yang isinya kebencian terhadap salah satu pihak, postingan amarah, dan bernuansa syarat gerakan politik. Dari hal itu aku tidak mempermasalahkan isi beritanya, tetapi yang aku masalahkan cara dia yang membenci salah satu pihak, kemudian dengan satu jalan mempostingan segala macam berita yang berisi kebencian terhadap salah satu pihak itu. Dan dia itu memposting tanpa tahu sumbernya itu dari mana, apakah beritanya benar atau hoax? Apakah dari akun yang terpercaya? Bukankah saat kita sekolah, ketika kita diberi tugas membuat laporan, laporan tersebut harus jelas sumbernya?. Seperti yang dijelaskan tadi, apabila kebencian ini mendapat penguatan maka kebencian ini akan semakin kuat. Sebagai contoh, apabila si A memposting kebencian difacebook lalu memperoleh like dan komen yang banyak, maka si A tersebut memperoleh penghargaan dari orang lain, dan akan memotivasi si A tersebut untuk memposting kembali hal hal yang berbau kebencian. Yang paling bahaya selanjutnya adalah para pengguna facebook lain yang tidak sengaja membaca berita kebencian tadi, sehingga pengguna lain jadi ikut ikut benci pada satu pihak. Padahal belum diketahui kebenaran dari berita tersebut. Yang aku takutkan adalah kedepannya generasi kita akan mudah mengadu domba dan saling menyalahkan satu sama lain, tanpa tau kebenaran yang terjadi.
Masalah ini terus membuat aku berfikir “kenapa kita harus benci?” Padahal kita bisa saling menghargai. Kalau benci itu hanya membuat permusuhan antar masyarakat, kenapa harus benci?. Kalau belum masanya yaudah tidak perlu benci, tidak usah ngotot untuk ganti. Toh, setiap manusia punya waktunya sendiri, pas kita sekolah, pasti ada wakunya untuk lulus. Setiap manusia juga akan mati, kalau belum waktunya, terus mau apa?. Mau mendahului takdir?. Benci bukanlah solusi.
Alangkah baiknya, jika semua sifat benci yang ada didalam diri kita ini diubah menjadi perilaku yang bermanfaat dan kreatif. Kita salurkan emosi negatif ini menjadi emosi yang baik. Bisa melalui tindakan maupun tulisan. Bisa lah kita menyumbangkan sedikit rejeki kita untuk orang-orang yang membutuhkan, bisa melalui yayasan, lembaga atau mandiri. Misalnya mulai membuat tulisan yang bermanfaat dari ilmu yang telah kita peroleh sewaktu sekolah atau kuliah. Membuat video edukasi. Memposting status yang informatif. Misalnya lagi ikut gerakan sosial masyarakat. Niscaya itu semua lebih bermanfaat. Daripada harus buang buang uang untuk hal yang sifatnya menebar benci, atau buang tenaga hanya untuk tindakan yang dapat menimbulkan permusuhan dan perpecahan antar masyarakat. Sejatinya negara kita adalah negara kesatuan yang tak bisa dipecah belah oleh elemen apapun. Jika diawal tahun saja kita diberi pelajaran untuk saling bertoleransi antar umat beragama. Lalu apakah kita tidak bisa untuk menghargai sebuah pendapat?.
Share:

Sunday, 17 January 2016

About Psychology

  
Mahasiswa Psikologi itu Keren


Assalamu’alaikum Wr. Wb

Perkenalkan nama saya Budi Utomo, tulisan ini saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Komunikasi. Pada tulisan kali ini saya akan membahas sedikit tentang mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang kata orang diluar sana mahasiswanya itu keren, hits, cool, gaul, kekinian dan segala macem. Terus, katanya mahasiswinya juga cantik-cantik. Ada benarnya juga, karena sebagian besar mahasiswa Psikologi itu adalah masyarakat kelas menengah keatas. (keatas yaa, bukan kesamping..) Seperti saya ini, termasuk orang-orang yang berada, yaa berada dalam kemiskinan. Menurut saya, hal ini yang menyebabkan mahasiswa Psikologi itu terlihat glamour jika dilihat dari penampilan, terlihat gaul, hits, kekinian gitulahh. Tapi itu hanya persepsi orang diluar sana yang hanya melihat mahasiswa Psikologi dari luar kampus. Dan itu berbanding terbalik saat saya masuk kuliah di Fakultas Psikologi UMS pada tahun 2014, saat ini saya semester 3.

Saya akui, bahwa mahasiswa Psikologi itu keren dari sisi penampilan, karena kami mampu menjaga penampilan dimanapun kami berada, entah dikampus, diperpus, ataupun dikakus. Mahasiswa Psikologi orang-orangnya juga ramah, baik hati, suka menolong dan suka menabung. Hampir semua mahasiswanya ramah, asiik buat diajak ngobrol dan selalu welcome pada teman-teman yang lain. Kami juga suka menolong lohh :) , kalau nggak percaya lihat aja di Youtube tulis, keyword-nya “Helping Behaviour Psychology UMS”, pasti kami ada disitu. Terus kami juga ‘suka menabung’, yaa menabung di warung-warung sekitaran kampus. Yaa maklum lah, kabanyakan dari kami adalah anak kost.  Tak mau kalah, mahasiswi Fakultas Psikologi pun juga cantik-cantik, menarik dan cerdik, kalau nggak percaya datang aja ke kampus kami (Psikologi). Coba kenalan deh sama cewek-ceweknya, siapa tahu jodoh. Tidak usah sungkan kalau mau maen ke kampus Psikologi, because kami sudah jinak :) . Satu hal  yang harus diketahui bahwasannya kami tidak bisa membaca pikiran manusia, so,, nggak usah takut yaa !!! kami bukan dukun ataupun penjahat kok. :) :D

Selain itu, kami mahasiswa semester 3, juga pernah membuat Resolusi untuk 2016 yang ditulis pada sebuah kertas dan diterbangin pakai balon gas secara bersama-sama, tepatnya pada hari kamis 31 desember 2015 kemaren, sekitar jam 10.00 pagi. Tidak lain, kegiatan seperti ini diajarkan di mata kuliah Metode Peneelitian yang diampu oleh dosen kami tercinta Ibu Dr. Moordiningsih, M.Si. Kami berharap agar Resolusi (impian) yang kami tulis tersebut bisa terbang sampai ke Singgasana (Arsy) Allah SWT dan bisa dikabulkan semua impian kami, amiiiin. Filosofinya adalah supaya para mahasiswa mempunyai impian dan tujuan dalam hidupnya, yang harus tercapai atau terwujud setiap tahunnya dan ditahun-tahun berikutnya. Menurut saya, ini adalah hal ter-keren yang pernah saya lakukan di kampus Psikologi, masih banyak hal ter-keren yang masih akan saya lalui,, so,, stay tune disini aja yaa, jangan kemana-mana :) .

Mahasiswa Psikologi itu Keren, kenapa? Tentunya banyak UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang mendukung kami (mahasiswa Psikologi) menjadi terlihat ‘keren’ didalam maupun diluar kampus. Bagian ini saya akan membahas tentang UKM di Fakultas yang sangat ‘keren’, progress-nya pun bisa dibilang membanggakan. UKM yang pertama ada,
 -Teater Lugu, teater ini tak pernah sepi dari peminat, terutama mahasiswa baru yang ingin bergabung menjadi anggota. Disini kami bisa belajar seni musik, seni peran, teater, pantomim, pentas dan masih banyak lagi. Setidaknya dari ilmu yang didapatkan, kami menjadi lebih PD dan merasa keren gitu...!! salut dah sama teater Lugu.
 -IMM, di IMM itu terkenal dengan ‘Intelektualitas’, ‘Religuitas’ dan ‘Humanitas’. Salah satu UKM tersibuk dan paling banyak kegiatan.
 -Psychopala, tempatnya mahasiswa pecinta alam kumpul disini. Banyak kegiatan dari ukm ini, misalnya; panjat tebing, camping, mendaki gunung, menyusuri lembah bersama teman petualang.. ehh, manfaatnya sih kami bisa akrab dengan alam, akrab dengan orang sekitar maupun orang yang baru dikenal, kereeenn kan !!
 -Imamupsi, Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi, tak jauh beda dengan IMM, Imamupsi ini adalah UKM yang bergerak dibidang Religuitas dan Islamic Psychology.
 -SUOF (SubUnitOlahragaFakultas), salam olahraga !! SUOF adalah ukm dengan segudang prestasi dan medali. UKM yang bergerak dibidang olahraga, seperti Futsal, Sepak Bola, Basket, Badminton, dll.
 -LPM Psyche, UKM jurnalistik, ukm yang selalu sibuk mencari berita dengan isu-isu terhangat disekitar kampus. Keren-nya dari ukm ini, selalu mengangkat berita yang faktual, tajam dan terpercaya bagi para pembaca. Namun sayang, ukm ini masih sepi dari peminat, bahkan markas ukm inipun hampir tak ada umat. Saya pun juga kurang tahu siapa ketuanya saat ini.

Dan itulah beberapa hal ter-keren dari mahasiswa Psikologi UMS. Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat. Jika ada kritik dan saran bisa dituliskan dikomentar. Terima kasih.


Walaikumsalam Wr. Wb



Share:

Wednesday, 29 April 2015

Catatan Pendaki

Catatan Perjalanan: Pendakian Lawu

Dua tahun kebelakang, mendaki gunung seakan menjadi trend dikalangan remaja dari anak SMA sampai dengan Perguruan Tinggi. Tidak lain ini disebabkan oleh munculnya Film 5CM ditahun 2012, yang bercerita tentang lima sahabat yang sedang melakukan pendakian di Gunung Semeru. Dimana film ini sangat booming dan mudah diterima oleh masyarakat. Dan pada tulisan ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya ketika tepat satu tahun yang lalu, saya dan lima orang teman saya melakukan pendakian di Gunung Lawu. Lima orang teman saya yaitu : Mas Yulianto, dia adalah senior dikelompok kami. Selanjutnya ada, Mas Dwi, Bagus, Adit dan Ego. Tepatnya pada tanggal 29 April 2014 yang lalu, sekitar jam 8.30 pagi saya mempersiapkan alat-alat untuk pendakian. Dan membagi perlengkapan apa saja yang harus dibawa oleh saya dan teman-teman saya. Sedikit tips dari saya untuk beberapa peralatan yang dibutuhkan saat pendakiaan, antara lain yaitu :
            
*peralatan kelompok :
ü  Tenda (muat 6 orang)
ü  Kompor spiritus.
ü  Spiritus (secukupnya)
ü  Panci (untuk masak air)
ü  Kayu bakar (untuk api-api)
ü  Lilin secukupnya (untuk penerangan)
ü  Obat-obatan (koyo, madu, antangin, counterpain)
ü  Makanan ringan (kue kering)
ü  Kamera (buat hunting poto)

*perlatan pibadi
ü  Tas carier
ü  Matras
ü  Jas hujan
ü  Senter
ü  Sarung tangan (dobel)
ü  Jaket
ü  Pakaian ganti
ü  Obat pribadi
ü  Masker
ü  Topi ketu
ü  Makanan (mie instan, kue kering)
ü  Air minum (2 botol 1,5l / secukupnya)
ü  Piring dan gelas plastik
ü  Uang secukupnya

Kami start dari rumah jam 9.00 setelah selesai persiapan, dan sampai dibasecamp Cemoro Sewu sekitar jam 12.15 WIB. Kami langsung isoma dan pada jam 13.30 kami start mendaki dari basecamp Cemoro Sewu. Pada saat itu cuaca cukup cerah namun sedikit mendung. Perjalanan dari basecamp menuju pos 1 memakan waktu sekitar 1 jam, 

Saat tiba di pos 1 kami beristirahat sejenak dan kabar baik di pos 1 ini ada warung yang menyediakan beberapa makanan yang dibutuhkan oleh pendaki. Kami pun lanjut menuju pos 2, namun perjalanan menuju pos 2 ini lumayan memakan waktu yang cukup banyak, yaitu sekitar 2 jam perjalanan bahkan bisa lebih. Namun sepanjang perjalanan kami disuguhkan beberapa pemandangan yang sangat bagus, dari deretan batu besar hingga batuan tinggi yang menjulang.

Sampai di pos 2 kami istirahat sejenak untuk makan & minum dari bekal yang kami bawa. Trek dari pos 2 menuju pos 3 ini sudah mulai menanjak dan dibutuhkan tenaga yang cukup besar. Dan waktu yang dibutuhkan sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan. Namun kami berjalan santai tidak terlalu memaksakan diri dan sekuatnya yang penting sampai puncak. Sampai di pos 3, tak lupa kami beristirahat sejenak, cuaca pun mendung dan berkabut, kamipun menyiapkan jas hujan yang kami bawa. Istirahat selesai, kami pun berjalan menuju pos 4, tak terasa kami sudah sampai setengah perjalanan menuju puncak. Dan trek nya pun semakin berat untuk dilalui, disini kami melewati ratusan anak tangga yang cukup menguras tenaga, ini baru anaknya belum bapaknya, hahaha. Ditengah perjalanan hujan pun turun, untung kami udah siap dengan jas hujan. Sejenak kami menunggu sampai hujan reda, baru kami melanjutkan perjalanan dan untuk sampai ke pos 4 membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Ketika sampai di pos 4 waktu sudah menunjukkan pukul 19.30, kami pun istirahat santai. Setelah itu, kami lanjut ke pos 5 dan masih dihadapkan dengan trek yang menanjak dan harus melewati beberapa anak tangga. Dari pos 4 dibutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke pos 5. Saat tiba di pos 5 trek yang dihadapi cukup mudah yaitu jalan yang datar dan lurus sedikit berbelok yang akan mengantarkan kami ke Warung Mbok Yem yang ada dipuncak, hanya memerlukan waktu sekitar 45 menit.

Sampai di Warung Mbok Yem kami langsung istirahat untuk makan malam dan sejenak menghatkan badan setelah tadi kami kehujanan. Setelah selesai makan, kami memutuskan untuk bermalam ditempatnya Mbok Yem sampai pagi. Terpaksa kami tidak menggunakan tenda yang kami bawa karena di warung Mbok Yem masih cukup sepi. Malam pun berlalu, kami bangun jam 5 pagi untuk sholat subuh, kami disambut oleh sunrise yang sangat indah dan lautan awan yang sangat luas. Sungguh bersyukurnya diri ini atas apa yang telah Allah berikan kepada kami, alam yang sangat indah dan hamparan laut yang luas.

Sebelum menuju puncak yang sebenarnya kami mampir dulu di rumah botol yang sangat menawan dan luar biasa... woooow

Setelah berjalan menanjak sekitar 15 menit, kami pun sampai di puncak Gunung Lawu dengan ketinggian 3265 MDPL.

Tak henti-hentinya dalam hati saya mengucap syukur kepada Allah Semesta Alam, atas indahnya negeri ini. Beruntung sekali kami masih diberi kesempatan untuk menjaga dan menikmati alam yang begitu menawan ini. Alhamdulillah, bersyukur atas karunia-Mu ya Allah... Satu hal lagi, jangan sampai anda meninggalkan sedikitpun sampah digunung, usahakan untuk membawa lagi sampah anda saat turun. Yang pasti jaga dan lindungi alam yang indah ini, jika kamu mengaku pecinta alam. 
Dan dibawah ini sedikit foto-foto yang saya ambil bersama teman-teman, maaf kalo gambarnya jelek..





trek menuju pos 1
deket pos bayangan


menuju pos 2
istirahat 


lanjut menuju pos 2


si Bagus menuju pos 2
menuju pos 2

menuju pos dua

si Adit lagi istirahat
lautan awan


sunrise
nihh rumah botol


si Ego dirumah botol
saya yang kanan


istirahat di puncak


tugu puncak yang kiri mas Dwi
ini juga pemandangan dari puncak

si Bagus
saya yang pjok kanan bawah


nihh seniornya

teman teman gokil

ini juga pemandangan dari puncak

pemandangan dari puncak

saya tugu puncak





siluet

menuju pos 2

Sekian pengalaman saya saat mendaki, semoga bermanfaat, 
terima kasih... ! 




Share: